Mengatasi Penipuan Berkedok Hadiah
Suara Merdeka, 16 Juli 2007
Penipuan dengan modus membayar sejumlah uang untuk biaya pengambilan hadiah, entah itu pajak atau biaya lain mengapa masih saja terjadi sampai sekarang. Sebenarnya hal itu dapat diatasi oleh niat baik pemerintah dalam “menyelamatkan” warga dari kemungkinan kerugian akibat penipuan seperti itu.
Caranya, pemerintah membuat aturan bahwa penyelenggaraan program berhadiah tidak boleh membebankan biaya pajak dan lainnya kepada pemenang. Artinya pemenang hanya tinggal menerima hadiahnya tanpa biaya apapun. Jika aturan itu sudah ada dan disosialisasikan maka hal ini tidak akan memberi ruang gerak bagi para penipu.
Selama ini, berkali-kali surat pembaca diisi keluhan waga akibat penipuan, (juga keluhan lain misalnya jalan berlubang, fasilitas umum tidak memadai dan lainnya), seolah tidak ada upaya pemerintah untuk segera mengatasi. Mestinya sudah menjadi kewajiban pemerintah untuk berusaha membawa rakyat pada kehidupan yang lebih baik.
Masyarakat adil dan makmur bukan menjadi slogan belaka, namun berusaha diwujudkan antara lain dengan mengatasi persoalan “kecil” yang menimpa rakyat. Atau demikian kecilnya masalah itu sehingga tidak tampak sebagai persoalan ?. Sayangnya untuk masalah yang besar misal lumpur Lapindo pun pemerintah juga lamban bertindak.
Jika bukan kepada aparat, kepada siapa masyarakat harus berharap untuk bisa hidup lebih baik di negeri ini. Apakah perlu langsung kepada Tuhan melalui doa yang sering dipanjatkan secara massal?.Padahal Tuhan sudah memberi mandat kepada pemerintah untuk mengatasi persoalan di masyarakat.
Petrus Wijayanto
Pasted from http://www.suaramerdeka.com/harian/0707/16/opia.htm

Saya memang butuh duit, tapi alhamdulillah saya lulus SD, jadi saya langsung Googling, bertanya via al-Ustadz al-Google. Jadi bagi para penipu, kalo mau nipu cari dulu dong di Google, modus apa yang belum pernah dipake. Bagi polisi, cari juga di Google cara menangani penipuan dengan modus terbaru. (bagi Google, apa yah?) Tapi kebayang juga kalo dia nyebar sekian ribu bahkan puluhan ribu undian “tipu”. Pasti ada aja orang yang kegirangan, lupa daratan, lalu ketipu deh.
http://themiphz.wordpress.com/2010/01/19/ditipu-kopigulasusu/