Petrus Wijayanto ’s Archives

March 24, 2008

Lampu Hemat Energi

Filed under: suara merdeka — suratpembacaku @ 11:35 pm

Suara Merdeka, 24 Maret 2008

Rencana PT PLN Distribusi Jateng/DI Yogjakarta akan membagikan 9 juta lampu hemat energi (LHE) kepada 3 juta pelanggan, patut disambut positif seandainya sudah dikaji matang dengan perhitungan cermat sesuai kondisi riil di masyarakat. Perhitungan di atas kertas, memang lampu berdaya 8 watt dapat menggantikan yang 25 watt sehingga ada penghematan 17 watt x 9 juta = 153 juta watt.

Jika dikalikan sekian rupiah tarif per kwh dan dikalikan lagi jumlah jam rata-rata lampu dinyalakan per hari serta dikalikan rata-rata usia lampu maka akan diperoleh angka yang fantastis. Tetapi itu di atas kertas atau dalam perhitungan komputer. Apakah kenyataannya demikian, ini yang perlu dicermati. Benarkah pelanggan yang menerima 3 lampu untuk mengganti lampu semula yang berdaya 25 watt yang sudah terpasang?

Saya menduga, banyak pelanggan yang menggunakannya sebagai lampu tambahan, komplemen, bukan subtitusi. Kalau dilihat pelanggan yang konsumsi listriknya rendah, mereka justru sudah sangat berhemat dengan memasang lampu ber-watt rendah sehingga rumahnya kurang terang. Dengan LHE yang dibagikan PLN berarti mereka akan menambah watt-nya .
Sedangkan bagi pelanggan yang terlanjur boros, penghematan sekian watt tidak terlalu merisaukan, yang terpenting rumahnya terang (nyaman). Tidak terlalu peduli dengan berapa watt lampu yang digunakan.

Apakah benar letak pemborosan daya PLN memang pada rumah-rumah tinggal? Padahal semua tahu ribuan watt dihamburkan tiap malam untuk penerangan dan lampu hias yang tidak terlalu perlu.

Jika memang target penghematan listrik adalah rumah tangga, mengapa ada banyak laporan bahwa rumah baru tidak boleh pasang listrik 450 watt tetapi minimal harus 900 watt?.

Bukankah biaya untuk membagikan LHE bisa digunakan untuk ”cara menghemat” yang lain, misal membangun pembangkit listrik mikro hidro, atau pembangkit listrik tenaga angin di tempat yang memungkinkan.

Walau sudah biasa dengan kebijakan yang tidak/kurang efektif, masyarakat pasti senang mendapat pembagian lampu tersebut. Tetapi jika dihitung untung-rugi secara makro, apakah memang kebijakan itu sebagai alternatif terbaik dibandingkan beberapa alternatif penghematan listrik lainnya?

Petrus Wijayanto (081 22810181)
Jl Seruni 5, Salatiga

===
Ternyata akhirnya DIBATALKAN…. hore….
(Kompas, Edisi Jateng, Sabtu, 28 Juni 2008, halaman H)

2 Comments »

  1. Ternyata akhirnya BATAL juga
    (Kompas Edisi Jateng, Sabtu, 28 Juni 2008, halaman H)

    Comment by wit — June 29, 2008 @ 5:56 am | Reply

  2. di surat pembaca ditulis 9 juta, (itu dari berita di Koran sebelum surat pembaca itu ditulis), kemudian yang dibatalkan 9.000, kok nggak 9 juta? atau dulu 9 juta-nya salah….
    wis embuh..lah….

    Comment by wit — June 29, 2008 @ 6:12 am | Reply


RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a comment

Blog at WordPress.com.