Dukung niat baik dari PDI-P Kota Salatiga
Kompas (Jateng), 16 September 2008
(berikut ini tulisan ‘asli’ yang saya kirimkan ke Kompas, jika yang dimuat di koran ada perbedaan, itu karena diedit oleh Redaksi)
Dukung niat baik dari PDI-P Kota Salatiga
Tantangan PDI-P Kota Salatiga kepada anggota dan pimpinan DPRD untuk membuat komitmen bersama memboikot calon wawali Kota Salatiga yang “nakal”, (Kompas Jateng, 13 September 2008) patut diacungi jempol. Perlu didukung oleh segenap masyarakat jika memang DPRD akan menjaring calon wawali dari masyarakat tanpa melihat kemampuan calon wawali tersebut untuk menyediakan uang “upeti” kepada beberapa pihak yang berkepentingan.
Namun, apakah benar yang nakal adalah calon wawalinya? Karena desas-desus yang terdengar di masyarakat, ada “kewajiban” bagi cawawali untuk menyediakan sejumlah dana yang jumlahnya tidak sedikit untuk diberikan kepada pihak-pihak tertentu agar direstui oleh DPRD. Ini memang sulit dibuktikan, namun desas-desus ini bukan sesuatu yang baru, sudah lama terdengar di masyarakat.
Bukankah memang sudah seharusnya DPRD memproses calon wawali bukan karena uang, melainkan karena kapabilitas calon, sehingga jika hal ini terjadi, ini bukan sebuah prestasi yang perlu dicatat dengan tinta emas memang sejarah sudah seharusnya begitu. Sama halnya para pemenang tender proyek-proyek pemerintah, sudah seharusnya bukan karena kemampuannya memberikan upeti kepada pihak-pihak tertentu, melainkan karena kontraktor yang bersangkutan memang menjanjikan yang terbaik bagi proyek yang akan dikerjakannya.
Kami masyarakat sedang menunggu, bagaimana DPRD di Kota Salatiga akan memproses calon wakil walikota. “Tanpa uang”, jangan hanya wacana, namun buktikan dengan tindakan nyata, bahwa calon wawali yang terpilih, tidak memiliki kewajiban memberikan sejumlah uang “upeti” atau “ucapan terimakasih” kepada anggota DPRD yang memang dipilih rakyat dan digaji untuk melaksanakan tugas-tugas semacam itu. Jangan sampai “tantangan” itu hanya menjadi salah satu cara untuk menarik dukungan masyarakat menjelang Pemilu 2009. Terima kasih.
Petrus Wijayanto – Jl. Seruni no. 5 Salatiga

Recent Comments