Rekomendasi MUI Kota Salatiga dalam bursa cawawali
Kompas (Jateng), 8 Oktober 2008
(berikut ini tulisan ‘asli’ yang saya kirimkan ke Kompas, jika yang dimuat di koran ada perbedaan, itu karena diedit oleh Redaksi)
Membaca berita tentang terbitnya Surat Rekomendasi dari MUI Kota Salatiga, yang berisi dukungan terhadap salah seorang dari sekian banyak calon wakil walikota Salatiga, terbersit tanda tanya, “Apakah MUI sebagai lembaga keagamaan memang punya ‘wewenang’ untuk itu?”
Sebagai warga Salatiga, saya tidak mempermasalahkan siapapun yang akan menjadi wakil walikota Salatiga, tetapi bukankah perlu dipahami bersama bahwa pilihan ada ditangan Walikota atas persetujuan DPRD, sesuai dengan mekanisme yang ada.
Saya hanya tidak bisa membayangkan bagaimana seandainya MUI Pusat (Jakarta) suatu saat nanti memberi rekomendasi untuk salah seorang calon presiden atau wakil presiden Indonesia.
Petrus Wijayanto
Jl. Seruni no. 5 Salatiga.

emang selama ini di gereja untuk pemilihan walikota tidak ikut diumumkan siapa yang harus dipilih di dalam gereja ?????
setahu saya pemilihan pak totok kemaren juga diumumkan di gereja dianjurkan untuk memilih pak totok ….
yang adil dong / / / /
@aziz,
di gereja mana? di salatiga ada lebih dari 30 gereja,
gereja saya termasuk salah satu gereja besar di Salatiga (GKJ Salatiga) dan tidak ada pengumuman anjuran itu.
Perhatikan baik-baik, yang saya tulis diatas adalah MUI bukan MASJID.
Jangan disamaderajadkan antara institusi GEREJA dengan MUI.
Mungkin anda perlu belajar tentang hirarki ‘gereja’, ada gereja, ada klasis, ada sinode, ada persekutuan gereja-gereja, ada badan kerjasama antar gereja.
tks.