Pelajaran Etika dan Moral
Kompas, 18 Agustus 2009
Pelajaran Etika dan Moral
Membaca surat di Kompas (6/8), ”Joki PTN dan Faktor Ekonomi”, saya menangkap keprihatinan penulisnya terhadap mahasiswa ITB yang, karena terlibat dalam perjokian ujian masuk perguruan tinggi negeri, tidak boleh meneruskan studi dan dikeluarkan dari kampusnya. Penulis itu dapat memaklumi perjokian melalui pernyataan ”padahal, dasar masalahnya adalah faktor ekonomi”.
Menurut saya, alasan apa pun yang dikemukakan tidak dapat membenarkan tindakan perjokian. Sanksi yang dikeluarkan kampus ITB adalah wajar untuk seorang mahasiswa yang nekat berbuat tak etis. Indonesia memang butuh orang pandai, sebagaimana halnya negara lain, tetapi bukan dari jenis orang yang terang-terangan melacurkan diri lewat perjokian.
Di negeri lain, pelajaran utama bagi anak-anak bukan matematika, ilmu alam, ilmu sosial, atau agama, tetapi etika dan moral. Manusia bisa bertobat dan berubah. Maka, biarlah mahasiswa tadi menjalani sanksi dan setahun kemudian diberi kesempatan mengikuti ujian masuk perguruan tinggi negeri. Jangan didaftarhitamkan selamanya. Itu tidak baik.
Pendidikan moral (Pancasila) perlu diajarkan lebih intensif kepada murid-murid sekolah dan mahasiswa perguruan tinggi.
Petrus Wijayanto Jalan Seruni, Sidorejo, Salatiga, Jawa Tengah

Recent Comments