Suara Merdeka, 4 Januari 2008
Kawruh Jiwa diwariskan oleh Ki Ageng Suryomentaram, salah satu “filsuf Jawa”. Sebagai sebuah filsafat, Kawruh Jiwa sering disalahmengerti sebagai kejawen atau aliran kepercayaan/ kebatinan. Padahal itu bukan kejawen, bukan kebatinan dan bukan kepercayaan serta juga bukan agama. Sebenarnya nilai-nilai di dalamnya tidak kalah dengan filsafat barat.
Salah satu kekurangannya hingga saat ini adalah metode pengajarannya yang belum sistematis dan belum ada metode baku untuk mempelajari. Akibatnya pemahaman tiap pelajarnya (sebutan bagi pemerhati Kawruh Jiwa) menjadi berbeda sesuai daya tangkap masing-masing orang.
(more…)
Suara Merdeka, 10 Oktober 2007
Sebuah kata yang mudah ditulis dan diucapkan namun sulit dilaksanakan. Toleransi adalah empati pada keberbedaan orang lain. Toleransi merupakan wujud pengakuan pada Tuhan, pada pemahaman akan Tuhan yang benar pencipta kepelbagaian. Tuhan tidak menciptakan seragam dan semua sama.
(more…)
Suara Merdeka, 21 Desember 2006
Beberapa kali terdengar banyak pencari kerja tertipu. Modus penipuannya beragam, dari yang memang dasarnya tidak ada pekerjaan sampai harus membayar sejumlah uang. Dengan cara itu pemasang iklan lowongan pekerjaan memperoleh keuntungan dari para pencari kerja.
(more…)
Suara Merdeka, 16 Juli 2007
Penipuan dengan modus membayar sejumlah uang untuk biaya pengambilan hadiah, entah itu pajak atau biaya lain mengapa masih saja terjadi sampai sekarang. Sebenarnya hal itu dapat diatasi oleh niat baik pemerintah dalam “menyelamatkan” warga dari kemungkinan kerugian akibat penipuan seperti itu.
(more…)
Suara Merdeka, 13 September 2007
Ketika membaca berita KA Gumarang terguling di Tegowanu, Grobogan akibat relnya digergaji, banyak yang bertanya apakah orang yang menggergaji rel itu tidak punya hati nurani. Sama seperti mempertanyakan para perancang/pelaku bom bunuh diri yang membunuh banyak orang, apakah juga mereka tidak punya hati nurani. Setiap orang memiliki hati nurani.
(more…)
Suara Merdeka, 28 Juni 2007
Beberapa waktu lalu istri saya menerima SMS dari 08130848906 yang katanya mendapat pulsa gratis sebesar Rp 300.000. Untuk itu dia diminta mengirim SMS *858*081310833462*30#. Dua hari kemudian mendapatkan SMS serupa dari nomor 081354644278 dan katanya dapat pulsa gratis lagi Rp 200.000, dan diminta mengirim SMS *858*081354644278*20#. Kedua SMS tadi sebenarnya menjebak agar penerima mengirimkan (transfer) pulsa sebesar Rp 30.000 ke 081310833462 dan transfer pulsa Rp 20.000 ke 081354644278. Oleh istri saya kedua SMS itu dibalas, “Jangan menipu”. Kemajuan di bidang teknologi memang menyebabkan juga perkembangan di bidang kejahatan.
(more…)
Suara Merdeka, 19 Juni 2007
Orang yang yakin terhadap sesuatu, belum tentu tahu apa yang diyakininya. Orang yang percaya terhadap sesuatu, belum tentu tahu apa yang dipercayainya. Orang yang merasa tahu tentang sesuatu termasuk yang diyakininya belum tentu dia sebenarnya tahu tentang sesuatu itu. Juga sesuatu yang diyakini atau dipercayai oleh seseorang belum tentu benar.Sebagai ilustrasi, sejak kelas 1 SD kebanyakan sudah dididik untuk merasa tahu sesuatu (bahkan mempercayai sesuatu yang belum tentu benar). Contoh, dalam buku latihan membaca/menulis anak kelas 1 SD ada gambar seorang anak yang di bawahnya bertuliskan “ini budi”. Anak-anak kelas 1 SD diajari untuk membaca dan menulis “ini budi”.
(more…)
Suara Merdeka, 24 Juli 2007
Dirjen Perhubungan Darat mengeluarkan instruksi penghilangan pintu untuk sopir bus angkutan umum. Regulasi itu juga mewajibkan semua bus menyediakan satu pintu darurat di bagian tengah kendaraan. Alasannya untuk meningkatkan standar keselamatan penumpang sebab dalam beberapa kasus kecelakaan, banyak penumpang terjebak di dalam bus.
(more…)
Suara Merdeka, 14 Juli 2007
Beberapa waktu lalu saya melihat iklan tentang SPBU yang dijamin pas ukuran/literannya dan akan dipasang logo “Pasti Pas” di area SPBU. Pertanyaannya, apakah ada yang tidak memasang logo tersebut berarti tidak ada jaminan ukurannya tepat. Bila nanti semua memasang logo, apakah berarti juga ukuran BBM-nya tepat? (more…)
From: “petrus wijayanto”
To: apakabar@clark.net
Subject: Pelantikan Kabinet Pembangunan VII pada hari yang tidak baik
Date: Mon, 16 Mar 1998 19:11:15 PST
Hari Senin Kliwon, 16 Maret 1998, pada bulan Besar, menurut perhitungan
Jawa adalah ‘dina ala’ (hari jelek). Menurut perhitungan wuku, yakni
wuku Warigalit, hari Senin Kliwon itu merupakan hari ‘SAMPARWANGKE’
(hari yang tidak baik) —- sebaiknya dihindari untuk menyelenggarakan
kegiatan-kegiatan penting (dalam budaya Jawa, misalnya hajatan,
pernikahan, dan lain-lain). Mengapa pelantikan Kabinet VII pada hari
itu? Tidakkah ini seperti penyelenggaraan PEMILU yang lalu pada bulan
Sura, bulan yang dihindari banyak orang Jawa untuk menyelenggarakan
kegiatan-kegiatan penting? Lalu bagaimana akibat selanjutnya?? Kita
lihat saja nanti, apakah Kabinet yang sekarang ini akan ‘berjalan
mulus’, atau akan ada yang ‘gugur di tengah jalan’. Walahualam….